Medan –
Upaya penguatan komitmen dan transformasi integritas terus digelorakan di lingkungan pemasyarakatan.
Hal ini tercermin melalui pengarahan yang diberikan Kepala Bagian Tata Usaha Umum (Kabagtum) serta Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal (Kabid Patnal) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara kepada jajaran Rutan Perempuan Kelas IIA Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, pejabat Kanwil menegaskan bahwa keberhasilan organisasi pemasyarakatan sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat dan sinergi yang solid antar seluruh jajaran.
Kepala Rutan sebagai nakhoda organisasi memiliki peran sentral dalam memastikan setiap pegawai bergerak dalam satu visi, satu komitmen, serta satu tujuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.
Lebih lanjut, jajaran Rutan Perempuan Medan didorong untuk berani keluar dari zona nyaman. Dinamika pemasyarakatan yang semakin kompleks menuntut adanya perubahan pola pikir dari yang bersifat statis menuju mentalitas kerja yang inovatif, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan situasi.
Transformasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem pengamanan dan perawatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan.
Selain itu, seluruh kebijakan dan aturan organisasi ditekankan harus melalui proses sosialisasi serta internalisasi yang komprehensif kepada seluruh pegawai.
Pemahaman yang mendalam terhadap regulasi diharapkan mampu mencegah terjadinya penyimpangan serta memperkuat budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
Melalui pengarahan tersebut, diharapkan seluruh jajaran Rutan Perempuan Kelas IIA Medan semakin memperkokoh komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Sinergi yang terbangun diyakini menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah Pemasyarakatan, khususnya di wilayah Sumatera Utara, sekaligus mewujudkan pelayanan yang humanis, aman, dan berintegritas.(AVID)











